Indonesia Travel

World Travel

UNESCO World Heritage Sites

Latest Updates

Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Rangkasbitung on Vacation

14.10.16
Perjalanan saya mulai dari stasiun Tebet dengan menggunakan KRL ke Tanahabang. Sampai di stasiun Tanahabang sekitar jam 07.30 saya langsung membeli tiket kereta Rangkas Jaya secara langsung ke loket. Harga tiket kereta Rangkas Jaya adalah Rp 15K saja dengan rangkaian ekonomim AC, hmm... murah banget, padahal BBM baru saja naik dua ribu perak.

Wisata Kota Rangkasbitung

Kereta Rangkas Jaya bertolak dari Tanahabang sekitar jam delapan lewat lima menit sesuai dengan yang tertera di tiketnya. Rupanya saat itu banyak juga yang bepergian ke Rangkasbitung. Saya selalu berpikir kalau perjalanan ke Rangkasbitung itu pasti sepi karena Rangkas bukanlah kota besar seperti yang saya ketahui. Ternyata dugaan saya pun salah kaprah dan untung saya tidak kehabisan tiket karena tidak memesannya terlebuh dahulu, wadoooh ... terlalu meremehkan ya ..

Suasana Perjalanan Kereta

Selama di perjalanan saya cukup menikmati waktu karena memang benar bahwa suasana dalam kereta lumayan nyaman dan dingin (walau agak lembab) ... kereta ekonomi sekarang sudah bisa diandalkan. Dalam satu gerbong yang sama dengan saya ada sekelompok anak muda yang entah mau kemana mereka, yang jelas mereka tampak sangat girang dan menikmati waktunya sampai-sampai lupa kalau bercandanya telah membuat berisik seisi gerbong, ... untung saya memakai headset jadi tidak mempan akan celotehnya yang hingar bingar - daaaag jamur!!!
Perjalanan ke Rangkasbitung dari Tanahabang makan waktu sekitar dua jam kalau lancar - tepatnya 1.40 menit. Perjalanannyan melalui banyak persawahan dan bentang alam yang hijau, sehingga saya merasa sangat damai dan tidak merasa bosan, I love Indonesia!!! Terlebih lagi waktu itu sudah mulai masuk musim penghujan sehingga suasana pun tidak gersang.
Selepas stasiun Parungpanjang, lintasan rel nya tidak lagi ganda sehingga terpaksa beberapa kali kereta harus berhenti menunggu kereta lain yang mau melintas, wkwkwkw! Akhirnya kereta terlambat tiba di Rangkasbitung agak lama dari waktu yang tertera di tiketnya... aku rapopo (kata penyanyi dangdut) namanya juga menikmati waktu jadi tidak peduli mau terlambat berapa jam pun.
Explore, dream, discover

What the suck suasana

Tiba di stasiun, seperti biasa saya menunggu lama untuk melihat situasi dan menikmatinya. Sayangnya, waktu itu penumpang begitu banyak bertebaran disana-sini sehingga tampilan stasiun Rangkasbitung menjadi tidak jelas karena terhalang oleh manusia. Tampilan stasiun Rangkasbitung sendiri tidak serapih stasiun di kota lain di Jawa. Tata letaknya maupun ketertiban penumpang dan pengantar yang masih bebas mondar-mandir membuat kesan yang tidak nyaman. Bahkan ruang tunggu atau lobi yang tersedia pun tidak mempresentasikan sebuah stasiun level kabupaten. Area tiketingnya terlalu dekat dengan jalanan ditambah tidak ada pembatas yang aman sehingga para pemulung, tukang becak maupun tukang ojeg bebas berkeliaran kesana-kemari sulit dibedakan mana calon penumpang mana yang bukan ... mestinya mereka dikalungi label kali yak biar ketahuan yang mana siapa... wkwkwkwk.
Explore, dream, discover
Setelah mendapatkan momennya, saya lanjutkan dengan jalan kaki menyusuri jalan menuju arah selatan di antara pasar dan pertokoan hingga ketemu pedagang rujak uleg. Suasana panas saat ini membuat hasrat untuk makan yang pedas tiba-tiba muncul saat melihat pedagang rujak yang lagi selfie (sendirian maksudnya qiqiqiqi ...) Saya pesan rujak dengan level kepedasan yang paling tinggi dan luar biasa, dan hasilnya bisa ditebak. Saya dibuat repot karena harus mencari-cari minum di sekitar pedagang rujak tersebut, wadoooh dasyat banget cabe-cabenya. Beruntung di dekat situ ada penjual teh poci yang merangkap jadi tukang parkir (kreatif sekali dia). Dan dia berhasil meredam kepanasan cabenya tukang rujak.
Explore, dream, discover

Cari Penginapan

Saya lanjutkan perjalanan menggunakan becak yang mangkal di dekat situ. Saya minta untuk diantar ke Wisma Sugri di jalan yang sama hanya agak ke arah ujung dekat alun-alun kota. Tidak jauh dan tidak sulit mencapai wisma Sugri karena Rangkasbitung bukan kota besar. Seperti yang saya lihat di internet, wisma Sugri memiliki tampilan sederhana tetapi rapih dan bersih. Tanpa mendapat kesulitan berarti saya langsung memesan satu kamar single bed dengan fasilitas yang setara dengan Amaris Hotel atau Fave Hotel ... wkwkwk promosi! padahal gak dibayar. (setidaknya konsep minimalisnya sama).

Explore, dream, discover
Interior lobi dan kamar di Wisma Sugri termasuk modern. Tata letak maupun mebelairnya pun dipilih untuk menyesuaikan dengan konsep minimalis elegan. Saya merasa nyaman dengan suasana kamar maupun lingkungannya. Wisma Sugri adalah wisma yang didirikan oleh persatuan guru se kabupaten Lebak (sotoy!) - begitu yang saya dengar. Di dalamnya terdapat banyak fasilitas pendukung dan satu hal yang menjadi kelebihannya adalah coffee shop dengan fasilitas karaoke bar selain beberapa ruang karaoke khusus (Aturannya Anda tidak boleh karaoke berpasangan ya ... minimal tiga orang).
Setelah bersih diri alias mandi, saya lanjutkan dengan jalan keluar sekitar penginapan untuk melihat ada apa gerangan di luar sana. Sedikit saja saya jalan, ternyata saya sudah berada di sudut alun-alun sebelah utara lewat jalan Iko Jatmiko... waaah kepleset nyampe dong!!! Asyik, berarti malamnya saya tidak perlu bersusah payah untuk dapat menikmati pusat kegiatan warga di sana. Berhubung saya belum sempat makan nasi beserta sayur dan lauk pauknya pada waktu siang hari (pendeknya, makan siang qiqiqi ...), saya pun mencari pedagang makanan di sekitar situ yang tampak berjajar seperti pusat kulinernya Rangkasbitung.

Nothing "Khas" culinnary

Rangkasbitung ternyata tidak memiliki kuliner khas sehingga terpaksa saya menyantap soto untuk makan siang saat itu. Aneh, soto di Rangkas memiliki tampilan yang tidak ada bedanya dengan yang ada di kota lain atau di Jakarta, namun cita rasanya sangat berbeda dan unik. Saya akui sotonya lebih sedap dan nikmat dibanding dengan sotoy -sotoy (soto maksudnya!) yang pernah saya makan di negeri lainnya. Baru juga makan soto, tidak lama kemudian hujan turun, wadoh... suasana menjadi semakin sejuk dan menenangkan batin ... wkwkwkwk Rangkas oh Rangkas! I love Indonesia!!!
Explore, dream, discover
Rangkasbitung ternyata tidak memiliki kuliner khas sehingga terpaksa saya menyantap soto untuk makan siang saat itu.

Tempat Bersejarah

Terpaksa saya harus duduk lama di situ sambil menunggu hujan berhenti. Tidak ada ruginya duduk di situ sambil mencermati kota Rangkas yang betul-betul tenang, sepi dan kecil. Denyut perekonomiannya tampak berjalan pelan sehingga tidak menunjukkan perkembangan fisik yang berarti. Bahkan di sekitar kawasan alun-alun yang nota bene sebagai distrik sentral tersebut masih dapat dijumpai bangunan lama yang ditinggalkan fungsinya. Kondisi tersebut menimbulkan kesan kumuh dan tak terawat untuk kota Rangkasbitung padahal bangunan tersebut tampak sebagai bangunan peninggalan masa kolonial, sayang sekali euy! Bahkan di sisi timur alun-alun ada plang Rumah Dinas Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Lebak dengan bangunan lama yang sekitarnya ditumbuhi ilalang tinggi (wadooh... kemana pada, mereka semua hingga meninggalkan gedung yang begitu bersejarah).
Explore, dream, discover
Alun-alun Rangkasbitung seperti di kota lain adalah pusat dari kegiatan warganya serta sebagai titik kumpul. Tampak beberapa warga tengah melakukan aktifitas mereka di ruang terbuka tersebut. Ada yang hanya sekedar duduk-duduk, berolahraga, atau berputar-putar. Selain itu, alun-alun juga sebagai pusat pemerintahan kabupaten Lebak dimana dapat dilihat di sebelah selatan bangunan megah dengan judul Kantor Bupati, Pendopo, dan Gedung DPRD. Sedangkan di sisi barat terdapat masjid Agung Rangkasbitung.
Masih di sekitar alun-alun, di sisi timur terdapat Badan Kepegawaian dan Dinas Kependudukan yang berada di sudut jalan dengan bangunan bernuansa modern. Di sisi utara barat (barat daya), ada rumah sakit umum daerah dan jalan protokol Rangkasbitung yaitu Jl. Multatuli sebagai penengara kota. Dengan irama kota yang tenang seperti itu, Rangkasbitung agak sulit melebarkan pembangunan fisiknya ke arah luar mengingat yang di dalam kota saja masih terlihat kosong. Ironisnya, kabupaten Lebak adalah sebuah kabupaten di Banten yang memiliki wilayah paling luas dibandingkan dengan kabupaten lain. Dengan asumsi sumber daya alamnya yang lebih banyak dan melimpah, idealnya Rangkasbitung dengan Lebak sebagai wilayah kekuasaan harusnya menjadi daerah besar dan maju ya,... entahlah.
Salah satu penengara kota Rangkas adalah masjid agungnya yang memang tampak agung dengan menara yang megah. Masjid ini berada di sisi barat alun-alun berseberangan dengan Rumah Sakit Umum Daerah. Barangkali menara masjid tersebut adalah satu-satunya struktur tinggi yang ada di kota Rangkas sehingga akan selalu terlihat dari sisi mana pun.
Explore, dream, discover
Pada malam hari, alun-alun sebagai titik kumpul warga juga tidak begitu hingar bingar. Pusat kuliner berada di sisi utara dengan pilihan makanan yang tidak terlalu variatif. Sedangkan di sisi timur alun-alun dipenuhi oleh pedagang dadakan di sepanjang jalan. Mereka berjualan semacam suvernir atau semacamnya dalam rangkaian kios tenda yang dipasang rapih. Sayangnya waktu itu hujan rintik-rintik ketika saya sampai di lokasi sehingga pedagangnya langsung pada bubar, wah... belum juga sempat lihat eee .. dah pada beres-beres aja!

Yuk Makan.....

Setelah puas di alun-alun, teman saya yang menetap di Rangkasbitung bergabung dengan saya. Kami pun berkeliling kota dengan motor biar lebih lincah dan mudah. Setelah berputar kota yang berukuran kecil tersebut, kami mampir di sebuah kedai bakso. Dari luar nampak banyak pelanggan keluar masuk kedai sehingga kami tergugah untuk mencicipinya. Namanya Bakso Mas Rudi asal Solo. Untuk waktu yang agak gerimis tersebut memang cocoknya makan yang panas-panas semacam bakso... hmmm yummy!!! : “If someone tells you ‘you can’t do that’, what they actually mean is ‘I can’t do that’.”

Explore, dream, discover
Explore, dream, discover
Explore, dream, discover
Agak ke arah Kota Pandeglang tetapi masih di sekitar kota Rangkas, saya ditunjukkan oleh teman beberapa resto yang bernuansa alam. Seperti resto di tempat lain, resto di sana juga mengadopsi konsep natural seperti di sawah yang ada pondokan dan kolam. Selain menikmati suasananya, saya juga menikmati menu yang khas dengan budaya Sunda. Saya pun memesan hidangan favorit di resto tersebut yaitu ikan gurame. Untuk berdua, ikan gurame itu terlalu besar apalagi ditambah dengan menu lain yang menambah penuh perut.
Nah... di Jalan Multatuli juga ada sebuah kafe yang cukup cozy. Menu makanan dan minumannya lumayan menarik dan yummy. Waktu itu saya masih punya waktu sekitar satu jam untuk ke stasiun yang tidak jauh dari kafe tersebut. Daripada saya bingung ngapain di stasiun yang tidak begitu luas itu, maka saya dan teman langsung masuk saja memilih posisi yang paling cozy... kebetulan waktu kami datang itu masih kosong. Tidak lama kami duduk, datanglah segerombolan ibu-ibu alias emak-emak dengan dandanan perlente. Menurutku, mereka itu adalah komunitas ibu-ibu pejabat setempat kalau dilihat dari mobilnya yang cukup berkelas untuk warga Rangkas. Benar saja, mereka bercanda, foto-foto bersama, dan yang tidak ketinggalan adalah arisan... hmmm dasar emak-emak! Di kafe itu juga banyak berdatangan anak-anak muda baik berpasangan maupun berkelompok... yaa cukup memberi kenyamanan jika Anda mampir ke Rangkas Bitung.
Explore, dream, discover
Pagi harinya, Suasana Rangkasbitung saat itu sama sekali tidak ada matahari. Saya duduk menikmati suasana yang begitu sejuk karena semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi basah. Di sekitar alun-alun ada anak-anak marching band lokal sedang mempersiapkan perlombaan untuk hari berikutnya, wah lumayan ada tontonan gratis. Sedangkan di dalam lapangan banyak warga yang tengah berlatih atau sekedar berolahraga ringan. Nampak pula beberapa keluarga dengan anak-anaknya berputar-putar di alun-alun (kaya gasing dong!). Sungguh suasana ideal untuk bersantai menikmati hari libur dan mensyukuri pemberian Tuhan. Life is so simple and easy!!!
Sebelum pergi ke alun-alun pagi itu, saya menyempatkan diri untuk melihat danau yang tidak jauh dari wisma Sugri. Saya menemukannya dari google map malam sebelumnya. Daripada penasaran, pagi-pagi setelah mandi saya langsung bergegas memenuhi rasa penasaran saya. Dan benar saja, dengan suasana pagi yang sejuk, semilir angin dan situasi kota yang tenang tersebut, saya ditunjukkan sebuah danau kota yang mendamaikan hati. Teman saya menyebutnya dengan sebutan 'Balong' yang dalam Bahasa Sunda artinya kolam. Saya luangkan waktu di situ beberapa saat sambil melihat warga yang memancing di pinggir danau tersebut.
Mari kita ciptakan kebahagiaan kita sendiri. Jangan menunggu bahagia itu datang karena dia tidak akan datang kecuali kita ciptakan. Jangan jadikan kebahagiaan itu sebagai tujuan hidup karena kebahagiaan itu harus ada dalam setiap saat kita mejalani hidup ini. Hidup bahagia!!! Selamat jalan-jalan ya.. tetapi kalau bisa di Indonesia saja. I love Indonesia!!!

Seperti Apa Liburan Mewah di Bandung?

10.10.16
Memang Bandung tidak akan ada habisnya untuk diulas dari sisi mana pun. Kuliner khas Bandung, tempat hangout  paling gaul, surga belanja murah, wisata alam, dan banyak lagi. Sebab, Bandung tetap memiliki sisi keunikan, keindahaan tersendiri, yang banyak menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Karena menjadi salah satu tujuan wisata inilah kemudian penginapan di Bandung berlomba-lomba membuka promo hotel murah.
Salah satu hotel yang bisa Anda pilih tentu saja seperti Hotel Trans Studio Bandung yang merupakan hotel berbintang tiga. Namun terletak di antara hotel mewah, seperti Hotel Berlian dan Trans Luxury. Sehingga kelebihannya Anda bisa menikmati wisata mewah yang berada di sekitar kawasan hotel yang bisa Anda pesan melalui website Traveloka.com.  Terbayang dong, menghemat di budget penginapan, namun Anda tetap bisa membawa pasangan atau anak-anak untuk menikmati liburan yang luarbiasa.



Sumber gambar: .ibis.com

Pilihan cerdas kan? Memangnya liburan mewah seperti apa sih, yang bisa diberikan Kota Bandung kepada Anda? Yuk, kita lihat-lihat. Mungkin menginspirasi Anda untuk menjadwalkan liburan berikutnya ke Bandung. Karena kalau tak kenal maka tak sayang, jadi Anda butuh tahu seberapa mewahnya liburan yang ada di Bandung kali ini. Setidaknya bisa membuat Anda berdecak untuk mencobanya.


Trans Studio Bandung
Wisata ini sempat booming hingga luar Bandung sampai mengundang banyak pengunjung loh. Tidak hanya pengunjung sekitar Bandung, tetapi dari luar Bandung. Sampai diberitakan di media sebagai tempat wisata paling keren di Bandung. Saat itu begitu dibuka, langsung diserbu antrian pengunjung yang tak terhitung. Pokoknya wow banget deh.
Bahkan tempat ini digadangkan sebagai wahana permainan indoor yang paling besar di Indonesia, yang menyediakan aneka permainan mulai dari yang seru-seru seperti Roller Coaster setinggi 50 meter. Dan ternyata Roller Coaster ini termasuk yang paling cepat di Asia! Penasaran dong mau coba? Ada lagi yang gak kalah serunya, yaitu wahana misteri yang cukup membuat bulu kuduk merinding dan menjerit saat masuk ke area dalamnya.



Sumber gambar: www.transstudiobandung.com
.
Tapi tenang, meski banyak permainan yang menguji undernaline, terdapat juga permainan yang ramah  buat anak-anak. Sementara jika Anda tidak suka permainan menguras nyali, bisa menikmati berbagai pertunjukan yang spektakuler atau sekedar jalan-jalan menikmati arsitektur ala Hollywood era tahun 1960an. Arsitektur ini membuat serasa berada di Boardway. Pokoknya benar-benar berasa liburan di luar deh masuk Trans Studio ini.


Shopping Mewah di Trans Studio Mall Bandung



Sumber gambar: liputan8.com

Habis wisata seru di Trans Studio, Anda bisa meluncur ke mall terbesar di Bandung. Di sini banyak terdapat brand-brand terkenal di dunia, seperti Mango, Hermes, Hugo Boss, Versace, Nike, dan banyak lagi. Tentu saja harganya mewah sekali, bisa mengeruk kocek Anda. Tapi sekedar untuk cuci mata melihat barang branded kan tidak apa-apa. Toh, di luar mall banyak terdapat factory outlet (FO) yang menjual barang branded dengan harga ramah di kantong.
Memang Trans Studio Mall merupakan tempat belanja yang mewah dan berkelas. Selain barang branded, terdapat restoran, kafe-kafe yang menyediakan aneka kuliner khas jajanan Bandung sampai kuliner mancanegara, juga bioskop dan fasilitas hiburan lainnya. Anda sih bebas saja, mau sekedar jalan-jalan cuci mata atau mau coba makan di salah satu restonya. Tentu saja, makan sambil menikmati interior resto atau kafe yang ada di sana.


Artiste Cafe and Lounge
Jika ingin mencoba tempat makan mewah ini, Anda bisa ke Ground Floor Trans Studio Mall. Dilihat dari interiornya cukup mewah dengan dominan warna merah dan gold. Tempatnya terdapat dua pilihan, yaitu indoor dan out door. Anda tinggal pilih sesuai selera, namun dua-duanya cukup memanjakan pengunjung dengan tersedia sofa-sofa yang nyaman. Pokoknya, tempat ini asyik dinikmati bersama pasangan atau keluarga.
Untuk pilihan kulinernya tersedia masakan lokal, namun lebih dominan masakan khas western.  Di sini Anda bisa mencicipi menu dessert yang banyak digemari, Warm Chocolate Malte. Dessert yang lezat sekali, pasti akan disukai orang dewasa maupun anak-anak. Anda bisa membayangkan menyantap cake yang dalamnya terdapat dark chocolate meleleh? Dessert ini bisa jadi booster mood Anda juga loh..

Sudah cukup puas dengan mengunjungi tempat-tempat mewah di atas? Jika Anda memiliki waktu liburan hanya weekend saja, pasti sudah cukup. Namun jika waktu libur Anda long weekend, bisa mengunjungi  tempat mewah lainnya yang banyak tersedia di Bandung. Ingat, Bandung surganya tempat-tempat liburan. Anda tinggal browsing, nyaris semua info tentang Kota Bandung ada.

Eksotisme Manakara

10.2.12
Berhubung dalam waktu dekat ini gue bakalan PKL di Manakara, Sulawesi Barat, gue mulai sibuk cari-cari tau info tentang Manakara. Juga tentang profil perusahaan PT Manakara Unggul Lestari. Mulailah gue googling dengan keyword MANAKARA. Tapi yang gue dapet minim banget info. Tiap kali ngetik keyword MANAKARA, mbah google selalu aja mbawa gue ke Madagascar. Hadeeehh....

But Anyway....
Kali ini gue bakalan cerita tentang potensi wisata di Manakara. Ih, bakalan seru nih! Yuk mengenal lebih jauh provinsi Sulawesi Barat sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia.
Sulawesi Barat adalah provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi yang dibentuk pada 5 Oktober 2004 ini berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004. Ibukotanya ialah Mamuju. Luas wilayahnya sekitar 16,796.19 km². Suku-suku yang ada di provinsi ini terdiri dari Suku Mandar (49,15%), Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan suku lainnya (19,15%).

Sumber kekayaan alam, Sulawesi Barat dikenal memiliki banyak objek lokasi wisata. Selain kakao, daerah ini juga penghasil kopi robusta ataupun kopi arabika, kelapa dan cengkeh. Di sektor pertambangan terdapat kandungan emas, batubara dan minyak bumi.

Obyek Wisata Manakara

1.  1. Pantai Manakara
Di kota mamuju ibu kota provensi sulawesi barat terdapat sebuah tempat untuk berwisata yang cukup ramai dikunjungi para wisatawan, yaitu kawasan pantai manakara pantai ini merupakan bagian dari teluk mamuju. bagi masyarakat setempai pantai manakara identik dengan tempat mangkal para kaula muda, untuk melepas lelas dan menikmati suasana pantai yang begitu indah.

2.   2. Pantai Palippis
Jika wisatawan berkunjung ke kabupaten polewali mandar, sulawesi barat, belum lengkap rasanya jikalau tidak singgah di pantai palippis. pantai ini menyuguhkan keindahan panorama pantai dengan pemandangan laut lepas dengan gulungan ombak yang berderu. selain keindahan pantai dan pemandangan laut pantai palippis di dukung panorama alam yang lain disekitarnyaseperti gua kelelawar dan hamparan tebing batu karang di sekitarnya.

3.  3. Pantai Wisata Lombang-Lombang
 
Pantai lombang-lombang sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menyegarkan pikiran, sebab di pantai ini wisatawan dapat merasakan suasana alami yang mungkin tidak ditemukan di pantai lain.

Wisata Budaya

1.  1. Pesta Adat Sayyang Pattudu
Sayyang Pattudu atau kuda menari begitulah masyarakat suku mandar sulawesi barat menyebut acara yang dilakukan dalam rangka untuk mensyukuri anak-anak yang khatam tamat Al-Quran pesta ini biasanya digelar sekali dalam setahun pesta tersebut menampilkan atraksi kuda berhias yang menari sambil ditunggangi anak-anak yang mengikuti acara tersebut.

2.  2. Perahu Sandeq

Sandeq merupakan sebutan untuk perahu layar khas masyarakat suku mandar perahu ini memiliki panjang lambung sekitar 7-11 meter dan lebar sekitar 60-80 cm,dan disamping kiri kanannya di pasang cadik dari bambu sebagai penyeimbang.
lomba perahu sandeq.

Perahu-perahu di atas itu dibikin dari pohon ini nih:
 

Tiket Termahal Wisata Air Terjun

28.1.12
Selama dua minggu berturut-turur gue dan temen-temen maen ke curug atau air terjun. Minggu lalu ke curug Cigentis di Karawang. Minggu ini ke curug luhur daerah Bogor. Bosen sih karena yang namanya curug ya gitu-gitu aja. Beda lah ama air terjun yang emang bener-bener air terjun Niagara.



Pilihan ke curug sebenernya gak ada dalam list gue. Cuman karena pertimbangan beberapa hal dan insiden kesialan, akhirnya gue putusin buat jalan ke curug. Pilihannya adalah curug Luhur, karena curug Nangka dan semua curug di Bogor udah gue jelajahin. Berangkatlah kami dari Dramaga ke lokasi tujuan dan hampir-hampir nyasar.


Sesampenya di pintu gerbang, kami langsung masuk ke area parkir motor. Lalu Qory menuju gate penjualan tiket. Beberapa lama berselang, si Neng, Qory, Alam, Ojan, langsung pada nyamperin gue. "Tiketnya mahal banget!" katanya. Masa harga tiket masuk ke curug Luhur Rp 30 ribu, parkir Rp 8 ribu. Buset mahal banget. Harga tiket segitu mendingan gue pergi ke The Jungle aja deh, pikir gue.


Lalu gue ngeliat ada segerombolan orang yang pada ngumpul kaya jembut. Rupa-rupanya mereka adalah calo. Salah satu dari gerombolan orang itu nyamperin kami dan ngajakin negosiasi. Kami dikasih harga murah, Rp 25 ribu per orang, gratis parkir. Tapi bagi gue meskipun udah di korting harga segitu masih kemahalan. Ih, males banget, kan! Padahal pemandangannya cuman gitu doang, curug dan water boom yang desainnya udah usang.


Otak "ogah rugi" gue langsung mikir. Daripada jauh-jauh trus balik lagi pulang gak nikmatin apa-apa, mendingan kita tetep jalan-jalan dengan destinasi yang beda. Atau, kita abisin duit jatah yang ada buat makan duren sekenyang-kenyangnya, dan makan tutut sepuas-puasnya. Jadilah hari itu kami kekenyangan duren dan tutut. Yihaaa.......

Sensasi Bogor Kota Tutut

25.1.12
Yowloh, kasian banget si ni pengemis....
Siapa yang nggak tau tutut? Tutut adalah sejenis keong sawah, berwarna hitam tanah. Namun beda dengan keong mas yang jadi musuh utama petani padi. Dan ini bukan jenis keong racun. Kamu bisa menemukannya di setiap sawah dimana aja.

Hari Sabtu kemaren, gue dan kawan-kawan maen ke Bogor. Ketika mampir ke Giant daerah Yasmin, tiba-tiba si Ojan ngerengek minta makan tutut. Ih, aneh. Emangnya ada yang jual tutut, pikir gue. Setelah Ojan nunjuk ke sebuah gerobak dagangan, gue baru percaya bahwa tutut emang dijual. Gue pikir tutut cuman bikinan orang rumahan aja yang emang di rumahnya gak punya atau gak kebeli lauk nasi. Ternyata tutut juga punya nilai jual, pemirsa. Betapa terkejutnya gue ketika motor mulai jalan, sepanjang bahu jalanan di kanan-kiri Jalan KHR Abdullah bin Nuh dipenuhi jejeran penjual tutut.

Lalu gue mengiyakan rengekan si Ojan dengan syarat kita harus sampe dulu di rumah temen yang bakal ditumpangin nginep di daerah Dramaga.
Besok harinya sebelom keliling kota Bogor, kita mampir dulu ke salah satu penjual tutut. Harga yang relatif murah Rp 3000 per porsi bikin gue mesen 2 mangkok tutut. Setiap gerobak gak pernah sepi didatangi pembeli. Bahkan, penggemar tutut bisa langsung memakannya di kursi atau alas yang disediakan pedagang. Nama-namanya pun unik-unik dan seajaib istilah memakannya. Ada yang namanya Tutut Jempol, Tutut Mak Cicoh, Tutut Sedot Teruuuzzz, Tutut Asoy Geboy. Kalo dalam bahasa Indonesia cara makan tutut itu dengan cara disedot, tapi kayanya gue lebih suka sebutan cara memakan tutut dalam bahasa Sunda. Kedengeran lebih eksotis. Di-kecrot, begitulah cara orang Sunda makan tutut. Tapi kalo gak terbiasa, kamu bisa mengeluarkan tutut dari cangkangnya dengan menggunakan tusuk gigi. Istilah ngecrot mungkin cuma dikenal oleh orang Sunda. Ngecrot adalah salah satu cara makan tutut dengan menyedot daging tutut oleh mulut supaya keluar dari cangkang. Tarikan udara yang keluar dari mulut pelan-pelan akan mengeluarkan si daging tutut tadi. Kedengeran jijik sih tapi nikmaaatt.

sampah cangkang tutut gue udah segitu banyaknya??
Gue baru dua kali makan tutut. Pertama, dulu banget sewaktu gue belom tau bahwa tutut yang sejenis keong itu bisa dimakan. Ceritanya, Ibunya Katut masakin sesuatu yang katanya menu khusus hari itu. Begitu gue liat, loh kok keong. Gimana cara makannya, coba? Lalu Katut bilang, di gigit aja. Pas gue gigit dan kunyah, kreos... kreos..., gue berasa makan beling. Aaaaaww... ternyata gue dikerjain.

Kali kedua gue makan tutut ya di daerah Yasmin, Bogor. Secara sekarang gue dah tau gimana cara makannya. Gue pesen tutut rasa original semangkok. Habis.... Pesen lagi tutut rasa saus tiram semangkok. Habis.... Temen-temen gue berdecak kagum ngeliat gue yang bisa cepet duluan abis makan dua mangkok tutut super pedas. Saking murah meriahnya harga tutut, maka hari itu gue yang bayarin semua yang mereka makan. Hmm, mau lagi nih makan tutut....

Moral of the story: Makan banyak tutut bisa menyebabkan bibir tambah monyong karena harus ngecrot atau nyedot tutut dalam cangkangnya. Belom lagi rasanya yang pedes bisa bikin bibir makin monyong dan jontorrr...

Makan Kangkung Crispy Saus Thai

22.1.12
Ada yang menarik ketika memasuki restoran kecil sederhana ini. Namanya sama sekali tidak mengesankan ke-Cina-an. Malahan agak n-Jawa-ni. Tetapi, ini sungguh-sungguh restoran yang menghidangkan masakan Tionghoa. Sebuah tulisan cukup besar terpampang di depannya: 'No Pork'.

Di dinding tergantung sebuah papan besar dengan puluhan foto makanan yang disajikan, berikut nama dan harganya. Heran. Restoran sekecil ini, tetapi menyajikan begitu banyak masakan pilihan. Pasti hebat dapurnya!

Pertama kali saya makan di sini sudah sekitar tiga tahun yang lalu, diajak oleh Yohan Handoyo, seorang ahli wine. Saya langsung menyukai masakan di restoran sederhana ini. Apalagi karena harganya pun bersahabat.

Saya kembali lagi ke Puput karena di milis Jalansutra sedang ramai dibahas tentang masakan kangkung crispy dari Puput. Kangkung, saudara, memang tidak boleh dianggap remeh.

Masakan spesial ini bernama kangkung crispy saus Thai. Daun kangkung - tanpa batangnya - di-dust dengan tepung, lalu digoreng (deep fry) cepat. Disiram dengan sedikit saus asam pedas a la Thai. Kangkungnya renyah banget. Dengan sausnya yang cantik, sajian sederhana ini sungguh mak nyuss! Harganya? Cukup Rp 24 ribu saja.

Kangkung saja kok bisa sedemikian istimewa? Demikianlah, teknik memasak dibarengi dengan kepiawaian seorang jurumasak memang selalu mampu mengangkat sesuatu yang sederhana menjadi istimewa. Di Thailand, kangkung mendapat nama indah: morning glory. Padahal, dalam bahasa Inggris umumnya, kangkung diterjemahkan sebagai water spinach. Ini menunjukkan bahwa orang Thailand memang tidak memandang kangkung sebagai sayuran yang papa.

Sajian lain dari Puput juga merefleksikan kesederhanaan bahan yang dipadukan dengan teknik memasak yang unik. Misalnya: cumi cabe garam (Rp 32 ribu), udang mayones (Rp 34 ribu), mapo tahu ayam (Rp 27 ribu), dan lain-lain. Puput juga menyajikan masakan Tionghoa klasik lainnya, seperti: belut ca fumak (Rp 28 ribu), mun tahu (Rp 27 ribu), buncis szechuan sapi (Rp 27 ribu), dan lain-lain.

Bila hanya ingin makan cepat sendirian, pilihannya antara lain adalah: nasi goreng belacan (dengan daging sapi dan ebi, Rp 25 ribu), nasi siram sapi (Rp 27 ribu), atau nasi ayam hainan (Rp 34 ribu). Apapun pilihannya, sudah hampir pasti akan Anda selesaikan dengan puas.

Puput
Setiabudi Building One, lantai 1
Jl. HR Rasuna Said, Kuningan
Jakarta Pusat
021 5295910, 52110189

Cokelat Anti Galau dan Sesuwatu Banged

21.1.12
Sebagai tempat wisata, Kabupaten Garut, Jawa Barat,  tidak hanya menyajikan pemandangan alam yang menarik, namun juga menyediakan berbagai makanan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Salah satunya adalah cokelat produk PT Tama Cokelat.

Keunggulan produk ini tidak hanya dari rasanya, namun juga dari desainnya yang unik serta bernada humor. Produk cokelat yang baru dikeluarkan itu di antaranya Cokelat Gawat Darurat, Cokelat Anti Galau, Cokelat Sesuwatu Banged, dan Cokelat Tolak Miskin.


Tak hanya dari segi nama, kata-kata nyeleneh pun tertera pada setiap petunjuk penggunaan dan fakta nutrisi cokelat. Berikut beberapa kata yang tertera dalam setiap kemasan yang dapat menimbulkan senyum atau ketawa bagi yang membacanya.

Cokelat Gawat Darurat memberikan tagline pertolongan pertama pada kesedihan. Cokelat ini dikemas dengan menggunakan lambang palang merah khas sebuah organisasi kemanusiaan. Pada bagian bawahnya disebutkan kegunaan cokelat ini yakni untuk membantu mengidam cokelat, penyakit cinta, tekanan ujian, kesepian, kecemasan ringan, dan kelaparan ekstrem.

Sedangkan fakta nutrisi yang terkandungnya Cinta 100%, Tawa 100%, Bantuan Stress 100%, Kesenangan 100%, dan Kalori Siapa Peduli. Cokelat ini dibuat 100% dari dark chocolate tanpa isi apapun.

Cokelat Anti Galau dibuat dari milk chocolate dengan tagline “Pertolongan Pertama pada Kegalauan”. Kemasannya didominasi putih ditambah beberapa aksen dan tulisan berwarna orange muda. Kegunaan yang tertulis dari cokelat ini untuk bantuan segera dari putus harapan, gagal ujian, kepastian cinta, mimpi buruk, ragu-ragu, degdegan dan kebimbangan. Fakta nutrisi, Gaya 100%, Pede 100%, Eksis 100%, Narsis 100% dan Kalori Dadah Yuuuk!!!

Cokelat Sesuwatu Banged terbuat dari marble chocolate/ paduan dua sampai tiga jenis cokelat. Setiap kemasan memiliki isi cokelat marble yang berbeda. Ada yang dibuat dari campuran milk dan dark chocolate, white dan milk chocolate, white dan dark chocolate. Atau bahkan ketiga jenis cokelat itu dicampur menjadi satu.

Dengan tagline “Temukan sesuatu di sini”, cokelat ini dikemas dengan dominasi berwarna putih dan tambahan aksen serta kalimat berwarna hijau terang dengan ikon sebuah kado yang cantik dan menarik. Tulisan yang menggelitik di kemasan adalah cokelat ini diperuntukkan untuk menyatakan cinta, bertemu yang terkasih, nyogok dosen, ngerayu bos, persahabatan, diemin anak, dan sayang suami/ istri.

Produk yang terakhir adalah Cokelat Tolak Miskin. Cokelat ini terbuat dari white chocholate dengan tagline “Langkah Pertama Menjadi Kaya”. Kemasan cokelat ini menggunakan ikon rumah gubuk dengan tanda silang (x) berwarna merah di tangan gambar tersebut. Gigitan pertama pada cokelat ini akan membuat Anda berpikir. Gigitan kedua akan membuat Anda tersenyum. Gigitan ketiga akan membuat Anda bahagia. Gigitan seterusnya akan membuat anda tertawa, dan begitu gigitan terakhir Anda akan bermimpi menjadi kaya beneran.

Direktur PT Tama Cokelat, Kiki Gumelar, mengaku alasan pemilihan nama pada setiap produknya itu agar konsumen tidak mengalami kejenuhan dengan cokelat yang itu-itu saja. Inspirasi pemilihan nama-nama itu ada yang didasari oleh terpuruknya sebuah rumah sakit yang menolak menerima pasien miskin (Cokelat Gawat Darurat). Beredarnya status-status Facebook dan status di berbagai macam situs pertemanan sosial yang berbau atau menyerukan sebuah perasaan yang tidak menentu/galau (cokelat anti-galau) dan ada pula yang terinspirasi berdasarkan kalimat khas yang sering dilontarkan dengan nada yang khas pula oleh seorang selebritas Tanah Air (Cokelat Sesuwatu Banged). “Cokelat yang kami buat mengikuti tren, gaya hidup, dan supaya lebih terkenal dan gaul sehingga bisa masuk ke berbagai kalangan, khususnya anak-anak dan remaja,” ujar Kiki.

Semua cokelat berbentuk bar ini dibanderol Rp12 ribu. Untuk mendapatkan produk ini bisa datang langsung ke langsung ke tempat produksi Chocodot yang berada di Jalan Otto Iskandardinata, Gedong Coklat di Jalan Siliwangi, Garut Kota, atau Chocodot Mart yang berlokasi di Tanjung, Jalan Otista, Tarogong, dengan nomor kontak 081322866499. “Kebanyakan pembeli dari kawula muda, katanya cokelat itu buat kado ke temannya,” ujar Siska, 27 tahun, Kasir Toko Chocodot Mart Tanjung. 

Sumber: TEMPO

Mendadak Ke Curug Cigentis

15.1.12
Curug Cigentis merupakan Sarana Wisata Unggulan Kabupaten Karawang, Curug ini berada dibawah kaki Gunung Sanggabuana, Panorama sepanjang jalan sangatlah indah, asri, jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar.

Walaupun jalan menuju Curug ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki sejauh 2 km dari tempat parkir kendaraan, namun dengan suguhan pemandangan alam yang (lumayan) memikat, tidak akan terasa kita telah wisata sambil ber-olahraga yang membuat sehat karena udara yang bersih. Apalagi sekarang lagi musim duren. Sepanjang jalan menuju ke curug banyak banget duren yang menggelayut di pohonnya. Gue ngeri aja kalo tiba-tiba ketiban duren, meskipun banyak orang yang mendambakan mimpi keruntuhan duren. hehehee....


Lokasi Curug Cigentis terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru 44 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang. Sempet agak putus asa diawal perjalanannya ketika mulai nanjak sejauh 500 meter. Maklumlah mungkin karena faktor "U", dan sebenernya gue bukan tipe pecinta gunung sejati. Duh apalagi kalo sampe naik gunung beneran. Gimana coba?

Keringet gue ngocor deras dari ujung rambut sampe ujung pantat. Semua baju basah. Gue gak sempet lagi bersuara kenceng kaya sewaktu ada di parkiran bawah gunung. Sementara kondisi gue udah lek-lok banget.

Sesampainya diatas, gue agak sedikit kecewa karena yang gue liat ternyata gak seperti yang gue bayangkan. Banyak banget gubuk-gubuk pedatang disana. Tapi eh ternyata itu belum sampai ujung tujuan. Begitu merayap naik perlahan-lahan, gue mulai bisa denger suara air yang jatuh berdebur. Ternyata itulah suara air terjun Cigentis. Baguuuss.....

At last, gak jadi kecewa sih. Heheheee....


Makan Sepuasnya

12.1.12
Gue dapet imel begini:

Dear kalbu, 
Susun rencana liburan dari sekarang, jalan-jalan sambil berburu makanan tradisional dengan harga hemat mulai Rp 139.000. Nikmati jajanan atau makanan lezat ala restoran dengan cita rasa autentik di berbagai pilihan destinasi liburan yang kami miliki. 


Membuat Visa Inggris

8.1.12
Tahun 2008 gue pernah bikin aplikasi untuk mengajukan visa Inggris bareng temen. Sayangnya, aplikasi yang gue ajukan ditolak oleh kedutaan Inggris, sementara temen gue bisa dapet. Padahal secara persyaratan keseluruhan udah sama dan sesuai dengan apa yang telah di syaratkan oleh kedutaan yang bersangkutan. Ah, dasar sial. Akhirnya gue gak bisa jalan-jalan kesana untuk ngeliat kemegahan stadion Old Trafford.
Bikin visa bagi gue adalah sesuat yang cukup bikin deg-degan. Yah, untung-untungan lah. Kalo nasibnya baik bisa dapet, tapi kalo emang lagi sial ya bisa gak dapet. Entah apa kriterianya.
Setelah hampir 4 tahun berlalu, persyaratan pengajuan visa Inggris ternyata gak jauh beda. Berikut ini adalah persyaratannya:
  1. Paspor yang masih berlaku enam bulan, paspor lama juga harus dilampirkan (jika pernah punya paspor).
  2. Dua lembar pas foto berwarna: ukuran 3,5 x 4,5 cm (proporsional) latar belakang harus putih.
  3. Surat sponsor di atas kop surat perusahaan.
  4. Fotokopi kartu keluarga.
  5. Bukti rekening koran tiga bulan terakhir. Jumlahnya tidak ditentukan.
  6. Bukti referensi bank yang menyatakan bahwa Anda adalah nasabah di bank tersebut. Dicantumkan nilai nominal dan juga nomor account yang Anda miliki di bank tersebut. (untuk bank asing-tidak perlu).
  7. Jika sering ke Inggris, referensi bank tidak perlu.
  8. Mengisi formulir visa UK dapat diunduh di www.ukvisas.gov.uk.
  9. Tipe formulir: VAF 1-Non Settlement; terbitan Oktober 2007.
  10. Cetak out ticket.
  11. Jika dalam rangka bisnis, lampirkan undangannya.
  12. Untuk kunjungan keluarga atau teman harus melampirkan surat undangan, kopi paspor, visa pengundang, serta surat-surat yang membuktikan adanya hubungan tersebut.
  13. Untuk visa pelajar, dibutuhkan bukti penerimaan sekolah asli, bukti pembayaran sekolah di UK, kopi ijazah terakhir, dan mengisi formulir tambahan.
Lama Proses : 5-7 hari kerja (jika tidak ada hambatan atau interview).
  • Turis/Bisnis. Multiple 6 bulan Rp 1.260.000 (5-6 hari kerja).
  • Multiple 1-2 tahun Rp 3.988.000 (5-6 hari kerja)
  • Multiple 5 tahun Rp 7.135.000 (5-6 hari kerja)
  • Working Visa/Domestic worker Rp 3.988.000 5-6 hari kerja.
  • Student Visa Rp 2.728.000 5-6 hari kerja.
  • Married Visa/Visa Menetap Rp 10.825.000 2- 3 minggu

 
Copyright © duniabulatbundar. Designed by OddThemes | Distributed By Blogger Templates20